Selamat Datang...

Matematrick adalah sebuah media pembelajaran matematika online yang berisi tentang pelajaran dan permainan matematika.
Di blog ini Anda bisa mendapatkan tips dan trik belajar matematika, mendownload modul dan rumus cepat matematika serta permainan tebak-tebakan matematika yang menarik.
Untuk rekan Guru, anda bisa mendownload perangkat pembelajaran antara lain silabus, RPP, soal-soal dan instrumen penilaian sebagai bahan referensi. Semoga bermanfaat.

19 January 2015

Permainan Matematika Persegi Ajaib

Selamat datang kembali di blog matematrick, tempat bermain dan belajar matematika. Saat ini sudah menginjak semester 2 di tahun ajaran 2014/2015, bertepatan dengan awal semester sekaligus bulan pertama di tahun baru 2015. Tepatlah jika hal pertama yang dilakukan adalah merefleksi pencapaian kita di semester/tahun kemarin, apa-apa saja yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan. Untuk siswa yang duduk di tingkat akhir minggu depan sudah mulai try out UN. Minggu-minggu berikutnya akan disibukkan dengan ujian praktek, tes akhir semester, ujian sekolah dan lain-lain. Bulan depannya akan dibingungkan lagi dengan rencana-rencana yang akan ditempuh setelah lulus sekolah, pendaftaran perguruan tinggi, melengkapi syarat-syarat dan lain sebagainya. Praktis, persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional menjadi sangat minim sekali.
Belum lagi, pikiran nanti akan terus dipacu dengan drill soal-soal, masih ditambah lagi dengan les di sekolah/les di bimbingan belajar. Kasihan ya.. :v
Sebagai seorang guru dan mantan siswa saya kadang merasa tidak tega dengan kondisi siswa sekarang. Apalagi menyaksikan tampang-tampang lelah mereka memasuki jam les kedua yang dilaksanakan pukul setengah empat sampai jam lima sore :3 Karena itu kadang saya menghabiskan setengah waktu pertemuan itu untuk memberikan permainan-permainan dan game berupa tebak-tebakan matematika atau tebakan logika yang menuntut konsentrasi siswa.
Salah satu contoh tebak-tebakan matematika seperti ini:
Saya membagi papan tulis menjadi 4 bagian dan tiap bagian saya gambari dengan persegi ajaib yang terdiri dari 9 buah persegi kecil. Kemudian di tengah persegi/di persegi kecil yang tengah saya tuliskan angka berturut-turut 12, 13, 14, dan 15. Tugas siswa adalah mengisi kotak-kotak/persegi kecil itu dengan bilangan 1 - 8 sedemikian sehingga jumlah bilangan mendatar dan menurun masing-masing berjumlah sama dengan bilangan di dalam kotak tengah. Angka 1 - 8 itu harus terisi semua dan tidak boleh ada yang sama. Karena kebetulan kelasnya terdiri dari 4 baris maka saya melombakan permainan itu, tiap-tiap kelompok menyelesaikan persegi bagiannya, siapa yang tercepat dan benar maka kelompok itulah yang menjadi pemenangnya.
Inilah penampakan dari persegi-persegi ajaib itu.

    




Suasana kelas menjadi riuh dan bersemangat :D Yang semula mengantuk dan kepala tergeletak di meja menjadi bangkit dan sibuk otak-atik. Permainan ini berlangsung kurang lebih 10 menit dan cukup efektif untuk menarik perhatian siswa kembali. Pintar-pintarnya guru untuk kemudian membelokkannya ke pembahasan materi matematika sebenarnya.
Demikianlah sedikit permainan dan tebak-tebakan matematika sederhana yang saya bagikan sebagai bahan intermezzo dan menarik perhatian siswa kembali di kala suasana pelajaran sudah tidak kondusif. Anda bisa mendapatkan permainan dan game matematika lainnya di sini Permainan Matematika Bilangan dan di sini Game tebakan Matematika
Jika anda ingin mempelajari materi selanjutnya silakan membuka materi matematika di sini Materi Matematika SMA Komplit
Atau jika anda menginginkan rumus-rumus ringkasnya dan ingin mendownload rumus-rumus serta trik cepatnya, anda bisa menuju Kumpulan Modul dan Rumus-rumus Matematika
Untuk peta materi secara keseluruhan silahkan ke halaman ini Materi Matematika SMA Kurikulum 2013
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. Semoga ada manfaatnya. Untuk korespondensi dan diskusi lebih lanjut anda bisa menuliskannya di kolom komentar di bawah postingan ini.
Baca Selengkapnya ...
05 January 2015

Permainan dalam Pembelajaran Matematika

game matematika
Teka-teki logika, Games dan Permainan Matematika 
Pelajaran matematika merupakan pelajaran yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Bisakah anda membayangkan bagaimana sulitnya menjalani kehidupan sehari-hari tanpa matematika? Tetapi ironisnya di sekolah keadaannya benar-benar bertolak belakang dengan realita. Dari jaman Diponegoro tidak punya hp sampai sekarang pelajaran matematika selalu menjadi momok. Tanyakan pada siswa maka sebagian besar akan merasa kesulitan dalam memahami matematika. Lebih buruk lagi motivasi dan minat belajar matematika menjadi sangat kurang sekali.
Sebagai guru kita perlu bertanya dan mencari tahu kenapa pelajaran matematika menjadi pelajaran paling 'buruk' di mata siswa dan hampir di sebagian besar sekolah pelajaran matematika mempunyai prestasi paling jelek.
Matematika tidak hanya ilmu yang mempelajari tentang penghitungan dan pengukuran, tetapi juga kemampuan menganalisa jika soal yang disajikan berupa cerita. Butuh strategi atau metode pembelajaran khusus yang mampu mengaktifkan tingkat kemampuan pemahaman siswa terhadap kemampuan ini agar apa yang mereka dapat lakukan tidak melulu hafalan dan prosedur sederhana. Pemerintah yang dalam hal ini terdiri dari pakar-pakar pendidikan dan guru-guru yang hebat terus mencari inovasi baru untuk dapat mengoptimalkan pembelajaran matematika di sekolah. Yang masih menjadi pembahasan saat ini adalah kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik dan penilaian otentiknya yang terus menuai kritik dan kontroversi. 
Untuk kelas saya, sering saya berikan alternatif pembelajaran dengan permainan dan tebak-tebakan matematika untuk menciptakan iklim belajar aktif dan menarik.   
Selain dapat merangsang perkembangan kognitif dan psikomotorik, permainan dan tebak-tebakan matematika ini juga untuk meminimalisir kejenuhan siswa dikarenakan mereka berada dalam suasana belajar yang menyenangkan, bukan pada suasana yang membuat mereka bosan. Suasana belajar yang kondusif ini pada akhirnya dapat mempermudah pemahaman materi matematika oleh siswa, sehingga diharapkan hasil belajarnyapun meningkat.
Guru tidak akan kurang 'lakon' karena guru adalah dalang. Idiom tadi akan berlaku manakala guru senantiasa mengembangkan diri dan kompetensinya melalui proses belajar yang terus-menerus diantaranya dengan cara membaca dan mengikuti perkembangan teknologi terbatu yang semakin hari terasa semakin cepat.
Berikut ini akan saya coba bagikan beberapa ide terkait dengan tebak-tebakan logika yang dapat guru gunakan untuk menarik perhatian, minat dan partisipasi aktif siswa serta dapat membawa siswa ke dalam suasana belajar yang kondusif.
Ide ini beberapa saya dapatkan dari browsing dan membaca kemudian saya modifikasi seperlunya agar layak digunakan di dalam kelas.
Permainan ini saya gunakan ketika hendak mengajak siswa mempelajari bab tentang barisan bilangan. Hampir mirip dengan permainan lompat kodok yang sudah banyak di internet tetapi saya modifikasi dengan mengganti kodok dengan siswa.
Ini penampakan dari permainan lompat kodok itu

Aturan mainnya adalah sebagai berikut:
Silakan anda klik pada kodok agar melompat, Tujuan akhir dari permainan ini adalah memindahkan ketiga kodok hijau ke sisi kanan, dan ketiga kodok coklat ke sisi kiri, dan membiarkan batu yang ditengah tetap kosong. Anda tidak akan bisa membuat kondok itu melompat, jika tepat di depannya ada dua kodok sekaligus. Anda juga tidak bisa membuat kodok melompat balik ke belakang lagi. Jadi, kodok hanya bisa melompat ke batu kosong yang berada tepat di depannya, atau melompati hanya sebuah kodok yang sama atau berbeda warna.
Untuk aplikasinya silahkan anda sesuaikan sendiri dengan kondisi kelas.
Demikian satu buah ide permainan untuk membuat pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Untuk ide-ide permainan lainnya anda bisa melihatnya di sini, di sini dan di sini. Atau anda bisa mencarinya melalui laman terkait di bawah posting ini.
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca, semoga ada manfaatnya. Untuk diskusi dan ide-ide perbaikan silakan mengisi kolom komentar di bawah postingan ini.

Baca Selengkapnya ...
15 November 2014

Pendekatan Saintifik dan Model Pembelajaran Kurikulum 2013

Jika anda menemukan artikel pendekatan saintifik dan model pembelajaran kurikulum 2013 ini dalam usaha untuk belajar mengimplementasikan kurikulum 2013 di kelas anda, maka artikel ini adalah bacaan yang pas untuk dipelajari. Isi dari artikel ini sebagian besar mendasarkan pada pedoman kurikulum 2013 yang dikeluarkan oleh Kemendikbud.
Berikut adalah uraian singkat tentang pendekatan saintifik, model pembelajaran dan metode pembelajaran di dalam kurikulum 2013.

PENDEKATAN SAINTIFIK
Ada lima kegiatan utama di dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, yaitu:
1. Mengamati
Mengamati dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak. 
2. Menanya
Menanya untuk membangun pengetahuan peserta didik secara faktual, konseptual, dan prosedural, hingga berpikir metakognitif, dapat dilakukan melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan diskusi kelas. 
3. Mencoba
Mengeksplor/mengumpulkan informasi, atau mencoba untuk meningkatkan keingintahuan peserta didik dalam mengembangkan kreatifitas, dapat dilakukan melalui membaca, mengamati aktivitas, kejadian atau objek tertentu, memperoleh informasi, mengolah data, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk tulisan, lisan, atau gambar. 
4. Mengasosiasi  
Mengasosiasi dapat dilakukan melalui kegiatan menganalisis data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi.
5. Mengkomunikasikan
Mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik, dapat dilakukan melalui presentasi,  membuat laporan, dan/ atau unjuk kerja.

MODEL PEMBELAJARAN
Pengertian model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. 
Model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Ada banyak model pembelajaran dan beberapa yang disarankan di dalam kurikulum 2013 diantaranya adalah:
1. Inquiry Based Learning
2. Discovery Based Learning
3. Project Based Learning
4. Problem Based Learning
Berikut ini sedikit uraian penjelasan langkah-langkah dari tiap model pembelajaran.
1. Inquiry Based Learning: 
Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Observasi/Mengamati 
  • Mengajukan pertanyaan 
  • Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban/ mengasosiasi atau melakukan penalaran
  • Mengumpulkan data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan/memprediksi dugaan
  • Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.

2. Discovery Based Learning
Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Stimulation (memberi stimulus); bacaan, atau gambar, atau situasi, sesuai dengan materi pembelajaran/topik/tema. 
  • Problem Statement (mengidentifikasi masalah); menemukan permasalahan menanya, mencari informasi, dan merumuskan masalah.
  • Data Collecting (mengumpulkan data); mencari dan mengumpulkan data/informasi, melatih ketelitian, akurasi, dan kejujuran, mencari atau merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah
  • Data Processing (mengolah data); mencoba dan mengeksplorasi pengetahuan konseptualnya,  melatih keterampilan berfikir logis dan aplikatif.
  • Verification (memferifikasi); mengecek kebenaran atau keabsahan hasil pengolahan data, mencari sumber yang relevan baik dari buku atau media, mengasosiasikannya menjadi suatu kesimpulan.
  • Generalization (menyimpulkan); melatih pengetahuan metakognisi peserta didik.

3. Problem Based Learning;
Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Orientasi pada masalah; mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran.
  • Pengorganisasian kegiatan pembelajaran; menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya)  terhadap malasalah kajian.
  • Penyelidikan mandiri dan kelompok; melakukan percobaan (mencoba) untuk memperoleh data dalam rangka menyelesaikan masalah yang dikaji.
  • Pengembangan dan Penyajian hasil; mengasosiasi data yang ditemukan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber. 
  • Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah; 

4. Project  Based Learning;
Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek; langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam  terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.
  • Mendesain perencanaan proyek; menyusun perencanaan proyek bisa melalui percobaan.
  • Menyusun jadwal sebgai langkah nyata dari sebuah proyek.
  • Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek; mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan.
  • Menguji hasil;  Fakta dan data dihubungkan dengan berbagai data lain.
  • Mengevaluasi kegiatan/pengalaman; mengevaluasi kegiatan sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain. 


METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Di dalam kurikulum 2013 disarankan metode pembelajaran dalam kelas diantaranya adalah: 
- Diskusi
- Eksperimen
- Demonstrasi
- Simulasi
Jika semua itu dapat diimplementasikan dengan benar sesuai yang diharapkan maka keseluruhan kompetensi yang mencakup 4 ranah, yaitu kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan akan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Demikian postingan tentang Pendekatan saintifik, model pembelajaran dan metode pembelajaran di dalam kurikulum 2013. Jika anda membutuhkan permendikbud-permendikbud terbaru sebagai acuan pembuatan RPP dan penilaian silahkan menuju ke sini.
Atau jika anda mencari referensi lain terkait model-model pembelajaran anda bisa menuju ke sini.
Terima kasih sudah berkunjung, semoga memberi manfaat.
Baca Selengkapnya ...
© 2011-2014 Matematrick. All rights reserved
Template Simple. Powered by Blogger.